Legit
CopyLeft!© | darmanex
2008 - 2015
design by Dzignine
Powerd by Blogger
March 15, 2014

Debian: installing VLC by compiling from source

In debian wheezy the latest version of VLC is 2.0.6. But, if you want to get the new version of VLC, you can grab it at here to do compiling by yourself.

 $ wget ftp://ftp.videolan.org/pub/videolan/vlc/2.1.4/vlc-2.1.4.tar.xz  

Once you have done downloading the VLC, now please install the required lib packets.

 # apt-get install libavcodec-dev libshout3-dev libsidplayfp-dev libfreerdp1 libvncserver-dev libcddb2-dev libavformat-dev libvlc-dev libmodplug-dev libshout3-dev libgnomevfs2-dev libcddb2-dev libbluray-dev libopencv-dev libsmbclient-raw-dev libssh2-1-dev libdvdnav-dev libdvdread-dev libzvbi-dev libraw1394-dev libdc1394-22-dev liblivemedia-dev libdssialsacompat-dev libfribidi-dev librsvg2-dev libcaca-dev libfluidsynth-dev libass-dev libspeexdsp-dev libtool build-essential pkg-config autoconf liblua5.1-luacsnd5.2 

Extract the archive of VLC using tarball utility:

 $ tar -xvf vlc-2.1.4.tar.xz; mv vlc-2.1.4 vlc; cd vlc 

Make sure you're in directory VLC installation, to configure it please run this command:

 $ ./configure 

or if you want to install in another directory:

 $ ./configure --prefix=/path/to/install/whatever-folder-you-want 
Let's compile the source, this will take a lot of time, be patient. B)

 $ make  
 # make install  
 # make clean  




Now,  VLC 2.1.4 has been installed in your system. Enjoy with the new version! :)


January 18, 2014

Fixing sh: 1: /usr/bin/gdbus: not found on Debian

When i'm done installing some packets or running "apt-get upgrade" on my machine(currently I use Wheezy), there's a last message comes up like this:
 sh: 1: /usr/bin/gdbus: not found  
So, how to fix that?
It's easy, just install the libglib2.0-bin packet by command below:
 # apt-get install libglib2.0-bin  
That's it, I hope this help.

Reference:
debianforum.de
December 15, 2013

Automount and R&W EXT4 drives in Debian GNU/Linux

Setelah melakukan fresh install Debian GNU/Linux, hard drive saya yang bertipe EXT4 harus di mount secara manual tiap kali komputer dinyalakan dan juga tidak dapat membaca dan tulis sebuah/beberapa files begitu saja.

Agar hard drive melakukan mounting secara otomatis, Anda bisa menambahkan partisi hard drive yang bertipe EXT4 pada berkas /etc/fstab. Sebelumnya, silahkan cek partisi mana saja yang akan di mounting secara otomatis dengan mengetikkan perintah blkid pada konsole:

Selanjutnya buatlah direktori baru di /mnt untuk melakukan mount point pada hard drive agar dibaca secara otomatis tiap kali mesin linux  di nyalakan.
 # mkdir /mnt/nama_direktori  
OK, setelah direktori baru dibuat, saatnya menyunting berkas /etc/fstab untuk menambahkan hard drive yang sudah kita tentukan sebelumnya.

Mungkin yang menjadi pertanyaan, dari mana mendapatkan UUID partisi hard drive seperti pada gambar diatas? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, untuk mengetahui UUID dari partisi hard drive pada mesin linux bisa dengan menggunakan perintah blkid. Setelah semuanya selesai, silakan save berkas fstab yang telah disunting dan lakukan remount dengan perintah mount -a. Kemudian ubah Owner dari setiap files yang akan di baca dan tulis agar mendapatkan permission pada direktori mount point yang telah dibuat sebelumnya dengan perintah:
 # chown -R namapengguna: /mnt/nama_direktori
and you're done. :)



September 28, 2013

Memasang TestDisk pada Ubuntu LiveUSB

Saat akan mengembalikan beberapa data yang hilang pada notebook, dan dengan berbekal LiveUSB Ubuntu 13.04 saya membutuhkan perangkat lunak yang bernama TestDisk. TestDisk konon bisa mengembalikan data-data yang ada pada komputer/notebook/flashdisk dan atau media digital lainnya. Berikut kutipan singkat yang saya comot dari laman web resmi TestDisk:

TestDisk is powerful free data recovery software! It was primarily designed to help recover lost partitions and/or make non-booting disks bootable again when these symptoms are caused by faulty software, certain types of viruses or human error (such as accidentally deleting a Partition Table). Partition table recovery using TestDisk is really easy.

Jebreeetttt...Permasalahan kecil muncul ketika akan memasang TestDisk dengan menggunakan LiveUSB Ubuntu, saya mendapatkan pesan seperti berikut:

   root@ubuntu:/home/ubuntu# apt-get install testdisk  
   Reading package lists... Done  
   Building dependency tree     
   Reading state information... Done  
   E: Unable to locate package testdisk  


Dengan mendapatkan pesan seperti yang ditampilkan diatas, muter-muter sebentar di internet, setelah cek dan ricek, yang perlu diperhatikan adalah dengan mengaktifkan lumbung universe pada Software & Updates di Ubuntu:


Kalau Anda yang senang bermain di Terminal bisa dengan cara berikut:

 sudo add-apt-repository "deb http://archive.ubuntu.com/ubuntu $(lsb_release -sc) main universe restricted multiverse"   


Setelah selesai mengaktifkan semua yang dibutuhkan, sekarang Anda tinggal mengulangi perintah sebelumnya:

   # apt-get update  
   # apt-get install testdisk  


OK, saatnya mengembalikan data-data penting di notebook yang lenyap karena ulah human error yang tidak disengaja, semoga tidak makin mempersuram keadaan akibat kontroversi hati. :p

Referensi:
https://help.ubuntu.com/community/Repositories/Ubuntu
http://askubuntu.com/questions/148638/how-do-i-enable-the-universe-repository
http://askubuntu.com/questions/78613/how-do-i-enable-the-universe-repository-from-the-command-line
http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=2165620

September 10, 2013

Jogja Open Source Conference - Kempalan Open Source wonten Jogja

Jogja Open Source Conference (JOSC 2013) merupakan konferensi yang rencananya akan digelar tahunan bertujuan mempertemukan komunitas, institut pendidikan, pelajar, mahasiswa, pengembang, kontributor, pengguna, pebisnis dan pemerhati Free Open Source Software(FOSS) untuk berdiskusi mengenai perkembangan dan rencana kontribusi nyata komunitas Yogyakarta untuk kemajuan TIK di Indonesia. Acara JOSC 2013 akan menghadirkan sekitar 15 narasumber profesional dari berbagai latar belakang profesi dan dihadiri sekitar 250-450 peserta berasal dari kota Yogyakarta dan kota-kota sekitarnya. Secara umum Tujuan JOSC 2013 adalah sebagai berikut:
  • Menjadi ajang temu komunitas, institut pendidikan, pelajar, mahasiswa, pengembang, kontributor, pengguna, pebisnis dan pemerhati FOSS;
  • Membahas rencana kontribusi nyata komunitas untuk TIK di Indonesia;
  • Penyampaian teknologi termutakhir yang digeluti beberapa komunitas di Yogyakarta.
Agenda Acara terbagi dalam beberapa bagian, yakni:
  • Workshop Teknologi, membahas teknologi terbaru dalam bidang open source yang digeluti pakar-pakar FOSS di lingkungan Yogyakarta;
  • Seminar Komunitas, dengan tema “Peran Komunitas dalam Memajukan TIK di Indonesia”;
  • Talkshow, Temu Ramah, Reuni Jogja Linux User.
Bagi siapa saja yang berminat untuk mengikuti acara Jogja Open Source Conference bisa menghubungi kontak yang tertera pada flyer atau dengan melakukan pendaftaran melalui daring yang beralamat di http://bit.ly/josc2013. 

sumber: http://jogja.linux.or.id/josc2013/kempalan-open-source-wonten-jogja/